Pemanasan Global atau Global Warming
adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut dan daratan
bumi.
Pemanasan global ini banyak
disebabkan terbesar oleh efek rumah kaca. Dimana efek rumah kaca artinya
kondisi ketika panas dibumi tidak bisa keluar.
Efek Rumah
Kaca
Efek rumah kaca juga disebabkan reaksi
kimia yang terjadi di atmosfer bumi.
Reaksi kimia dapat terjadi antara ozon(O3)
dengan gas-gas yang ada di dalam atmosfer bumi, seperti:
- CFC (Cloro Flouro Carbon) karena dapat menyebabkan lubang ozon.
Ada
beberapa jenis CFC sesuai fungsinya.
a.
CFC12 dan CFC22 yang banyak di gunakan
sebagai zat pendingin lemari es, pendingin ruangan (AC).
b.
CFC11 yang dipakai dalam proses busa
pada pembuatan karet busa baik yang lunak maupun yang keras.
c.
CFC13 yang digunakan sebagai pembersih
peralatan elektronika karena kemampuannya untuk memasuki celah-celah kecil dan
melarutkan minyak.
d.
Kombinasi CFC11 dengan CFC12 yang
digunakan didalam aerosol.
- CO
- CO2 karena dapat menyebabkan terbentuknya lapisan udara seperti kaca.
Apabila
gas-gas tersebut telah berlebihan di atmosfer, akan mengakibatkan pemanasan
global.
Contoh
Reaksi Kimia
CFC12(CCl2F2)
+ UV menjadi Cl + CClF2 (Cl
bereaksi kembali)
Cl + O3 (ozon) menjadi ClO + O2(Cl bereaksi
kembali)
Cl + O3 (ozon) menjadi ClO + O2
Selanjutnya Cl ini bereaksi lagi dengan ozon, dan terulang kembali reaksi
semula hingga Cl ini habis teruarai.
- Reaksi kimia antara ozon dengan CO
Efek Umpan Balik.
Penyebab pemanasan global juga dipengaruhi oleh
berbagai proses umpan balik yang dihasilkannya. Pada kasus pemanasan akibat
bertambahnya gas-gas rumah kaca seperti CO2, pemanasan pada awalnya
akan menyebabkan lebih banyaknya air yang menguap ke atmosfer. Karena uap air
sendiri merupakan gas rumah kaca, pemanasan akan terus berlanjut dan menambah
jumlah uap air di udara sampai tercapainya suatu kesetimbangan konsentrasi uap
air. Efek rumah kaca yang dihasilkannya lebih besar bila dibandingkan oleh
akibat gas CO2 sendiri. (Walaupun umpan balik ini meningkatkan
kandungan air absolut di udara, kelembapan relatif di udara hampir konstan atau
bahkan agak menurun karena udara menjadi menghangat).
Apabila jumalah manusia semakin banyak maka gas-gas
rumah kaca seperti CO2 pun akan semakin banyak sehingga bumi
akan semakin panas. ditambah lagi umpan balik ini hanya berdampak secara
perlahan-lahan karena CO2 memiliki usia yang panjang di atmosfer.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar