Rabu, 28 Desember 2011

Hadirnya mobil nasional "Esemka"

Jakarta - Hadirnya mobil nasional Esemka membuat bangsa Indonesia tidak perlu tertunduk malu lagi di hadapan negara atau bangsa lain yang lebih dulu membuat mobil sendiri.

Esemka dapat menjadi bukti bahwa kita pun mampu membuat mobil nasional sendiri seperti kebanyakan bangsa maju lain.

Hal tersebut ditegaskan oleh Direktur Pembinaan SMK Depdiknas Joko Sutrisno ketika berbincang dengan detikOto, Jumat (22/5/2009).

"Dengan hadirnya Esemka ini, kita sejajar dengan bangsa lain, jadi kita tidak perlu menunduk ketika bertemu," ujar Joko.

Kelahiran Esemka pun menurut Joko membuktikan bahwa bangsa kita sesungguhnya memiliki sumber daya manusia yang handal.

Apalagi mobil ini adalah hasil karya anak SMK yang nota bene adalah generasi muda penerus bangsa.

Esemka lahir dengan 5 model yakni SUV, pick up double cabin, sedan, pick up single cabin serta van.

Kelima model Esemka ini dikerjakan dengan cermat hanya dalam waktu 3 bulan oleh lima SMK yang berada di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Ini menjadi bukti kehandalan bangsa kita, jadi kita tidak perlu malu lagi," ujarnya.
Mobil nasional hasil karya siswa SMK yang dinamai Esemka tampaknya mendapat respons yang sangat baik.

Karena tidak tanggung-tanggung, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun dijadwalkan akan melihat mobil nasional ini di ajang Lomba Kopetensi Siswa SMK yang akan berlangsung di arena PRJ Kemayoran pada akhir pekan ini.

Hal tersebut di ungkapkan oleh Direktur Pembinaan SMK Depdiknas Joko Sutrisno ketika berbincang dengan detikOto, Rabu (20/5/2009).

"Rencananya Pak Presiden akan melihat langsung mobil karya siswa SMK ini," ungkap Joko.

Hal tersebut menurut Joko adalah sebuah kebanggaan tersendiri, karena karya asli anak bangsa ini mendapat perhatian langsung dari Presiden.

"Kami bangga Presiden memperhatikan mobil nasional ini," ujarnya.

Mobil masa depan Indonesia ini memiliki 5 model yakni SUV, pick up double cabin, sedan, pick up single cabin dan van.

Dan yang lebih mengesankan, mobil-mobil ini dikerjakan dengan tangkas oleh 5 SMK yang berada di Jawa Tengah dan Jawa Timur dalam waktu singkat yakni hanya 3 bulan saja.

"Hal ini pun menjadi bukti bahwa kita sebenarnya mampu membuat mobil sendiri," ujarnya.

Joko pun menjelaskan bahwa pihaknya sedang berusaha untuk memproduksi massal produk ini dengan jalan mencari patner yang dapat di percaya untuk memproduksinya.

"Jadi tidak hanya sekedar prototipe saja," tukas Joko.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar